Mengurangi Obesitas Dengan Cara Pembedahan

Obesitas

Obesitas

Pemilik tubuh superobese atau supergemuk, dengan indeks massa tubuh lebih dari 30, membutuhkan pertolongan ekstra untuk menurunkan berat badan, seperti terapi invasif seperti operasi pengecilan atau bypass lambung.

Meski demikian, tetap penting untuk menjalani pola makan sehat dan perubahan perilaku. Obesitas adalah penyakit serius. Selain bisa diderita setiap orang, Obesitas dikatakan Dr. Aaryan N. Koura, MD, mirip penyakit kanker. “Obesitas dapat memengaruhi seluruh organ tubuh manusia,” ujar konsultan bedah senior di divisi bedah metabolik dari RS Tan Tock Seng, Singapura ini.

Untuk itu, mereka yang mengalami Obesitas sedapat mungkin perlu menjalani program penurunan berat badan. Perubahan perilaku, pola makan, dan olah raga, termasuk terapi perilaku kognitif, juga perlu dilakukan sebagai upaya menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan menjadi penting guna mengurangi risiko sejumlah penyakit yang muncul karena kegemukan. Untuk mereka yang superobese alias sangat gemuk, dengan indeks massa tubuh lebih dari 30, bisa mempertimbangkan terapi invasif melalui operasi bariatrik.

Bedah bariatrik merupakan tindakan operasi untuk menurunkan berat badan pada pasien Obesitas yang menyebabkan penyakit. Tindakan tersebut dilakukan ketika metode lain tidak efektif. Pembedahan, dikatakan Dr. Aaryan, terbukti menjadi cara paling efektif untuk menurunkan berat badan dan bertahan dalam jangka panjang.

“Pembedahan juga merupakan satu-satunya pendekatan yang memberikan kontrol diabetes yang konsisten dan permanen,” imbuh anggota dari American Society of Metabolic and Bariatric Surgery ini. Tindakan pembedahan yang dapat dilakukan adalah gastric banding atau vertical sleeve gastrectomy dan rouxeny gastric bypass.

Kedua operasi tersebut dilakukan dengan teknik laparoskopi sehingga masa pemulihannya lebih cepat. Bedah vertical sleeve gastrectomy dilakukan dengan mengurangi secara permanen pembatasan ukuran lambung.

Ahli bedah mengurangi 60-80 persen ukuran lambung sehingga sensasi rasa lapar berkurang akibat produksi hormon ghrelin juga berkurang. Sementara itu, tindakan rouxeny gastric bypass (RYGB) dilakukan dengan memotong lambung dan menyambungnya dengan usus.

“Itu merupakan standar emas pembedahan untuk penurunan berat badan menurut National Institute for Health dan terbukti aman serta efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang,” papar Dr. Aaryan. Mereka yang melakukan RYGB kebanyakan mengalami perbaikan terhadap diabetes dalam waktu kurang dari satu pekan.

Penurunan berat badan konsisten dan cepat hingga 1-2 kg per pekan. Dokter akan memberikan informasi atas kondisi yang dapat terjadi pada pasien pascapembedahan, seperti rasa lelah, mual, muntah, serta hal-hal yang sebaiknya dilakukan usai operasi, termasuk soal makan, minum, dan lain-lain.